Pada tanggal 1 February jam 3 aku dan mamaku berangkat ke bandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru dengan taxi. Sisa waktu kami gunakan untuk makan di Lounge. Setelah itu kami pun dipanggil dan segera naik ke pesawat.
Sekitar 1 jam di atas pesawat, kami pun turun dan mengambil koper-koper kami. Kami segera mengambil taxi dan pergi ke Hotel Kartika Chandra. Karena macet, biaya taxinya menjadi mahal menjadi Rp 120.000. Kami langsung bertemu dengan papaku. Kamar Kartika Chandra --maaf-- karpetnya sudah berlobang lobang dan sudah banyak bercak-bercak hitam. Juga harganya tidak sesuai dengan kamar tersebut. Akan tetapi, letak hotel ini sangatlah strategis karena bersebelahan dengan Planet Hollywood --di sini tempat artis nongkrong-- dan juga berada di jalan Gatot Subroto. Akan tetapi hati hati juga. Terkadang di jalan ini juga sering macet. Harga kamar ini Rp 500.000. Karena sampai di hotel jam 8.30 an, kami memutuskan untuk tidak pergi ke mall.
Keesokan harinya kami langsung ke airport dan naik ke pesawat jam 11.00. Jam di Bali lebih cepat 1 jam daripada jam di Jakarta. Jadi kami langsung menyetel ulang jam kami. Setelah sampai di airport, kami langsung mengambil koper-koper kami dan segera menuju tempat makanan karena perut kami udah minta makanan. Kami segera menuju ke KFC karena tidak lama menunggunya.
Setelah kenyang kami langsung membooking Hotel Aneka Beach karena bersebrangan dengan pantai Kuta. Setelah itu kami menyewa taxi untuk pergi ke hotel itu. Hanya lebih kurang 20 menit dari Denpasar ke hotel itu. Selama di Kuta kami melihat banyak bule bule jalan jalan juga banyak terdapat toko toko, terutama dari brand ternama seperti Rip Curl, Roxy, dll.
Setelah sampai di hotel itu, ternyata benar hotel ini pas di depan pantai tersebut. Kamar di hotel ini cukup luas dengan furniture khas Bali. Selain itu tempatnya strategis bersebrangan dengan pantai Kuta. Pada hari ini kami langsung pergi ke pantai Kuta untuk melihat lihat. Hanya kurangnya satu, di sini terlalu banyak pedagang jasa maupun barang, jadi terlihat jelek pantai ini.
Tiba tiba angin bertiup sangat kencang dengan hujan yang sangat deras. Kami segera pergi ke pos beachboy. Kami berteduh dahulu menunggu badai ini reda. Tetapi beachboy bilang biasanya badai ini sampai malam dan ini terjadi secara tiba-tiba. Lalu kami pun langsung pergi dari pantai dan mencoba untuk berjalan menyusuri jalan. Hingga kami menemukan Starbuck. Kami pun akhirnya minum di sana menunggu hujan reda.
Setelah hujan reda, kami pun menyusuri jalan jalan itu. Beberapa saat kemudian hujan pun datang lagi. Dengan terpaksa pun kami akhirnya membeli 2 buah payung. Kami melihat banyak toko Rip Curl, Roxy, dll. Dan biasanya yang sering ramai di sana adalah klub malam. Kami akhirnya pulang dengan melewati jalan Poppies II. Dan akhirnya kami tiba di hotel kami lagi.
Pada tanggal 3, kami pun menyewa mobil rental dari hotel (uda ada supir dengan BBM) Rp 400.000. Nama drivernya Ketut. Pertama tama kami langsung pergi ke Tanjung Benoa::arena watersport. Kami langsung menyewa 3 buah permainan sekaligus dengan harga Rp 1.500.000 (tentunya ada proses tawar menawar)dan harga ini sudah termasuk kamera water ressistant. Permainannya ada Scuba diving, Snorkeling, ke pulau penyu, Parasailing, Playing Fish, dan Donut. Yang kami pilih adalah diving, ke pulau penyu dan playing fish. Permainan kami yang pertama adalah Playing Fish :: Permainan boat yang diatasnya 2 peserta dengan pemandu. Kami berdua tidur dengan tangan memegang tali dan kaki berada di bantalan kaki. Tali boat dipasangkan ke kapal. Kapal pun menarik boat kami dengan cepat. Lalu terkadang kami dalam keadaan hampir terbalik. Jika kamu ingin minta tambah, kamu harus mengeluarkan uang Rp 100.000.
No comments:
Post a Comment
Dont be a silent reader ya! Leave me a comment please.!